Apakah pantas aku disebut blogger? Tentu jawabannya adalah tidak. Mana mungkin seseorang yang telah menelantarkan blognya selama sebulan lebih dianggap sebagai blogger sejati. Hehehe…maklum belakangan ini aku sedang rajin-rajinnya memikirkan masa depanku. Bahkan terkadang aku suka melamun memikirkan akan jadi apa aku nanti. Dan sampai sekarang aku masih belum tahu apa jawabannya. Padahal aku sudah kelas 3 SMA. Itu tandanya aku harus bersiap-siap untuk memilih universitas yang tepat.Oh iya, meskipun aku bukan seorang blogger, tapi aku tahu dan pernah merasakan apa yang namanya ngeblog. Aku rindu akan hal-hal itu. Aku haus dengan yang namanya menulis. Dan aku juga dahaga akan yang namanya ngeblog dipagi buta. Sepertinya pepatah “waktu adalah emas” itu memang benar. Tapi tak apalah. Kita cukup menjalaninya dengan tulus. Dengan begitu semuanya tidak akan terasa jomplang.
Selama menjalani rutinitas ngeblog, aku merasakan banyak manfaat dan kerugiannya. Semacam suka duka gitu. Baik untuk diri sendiri maupun orang lain. Pertama kali ngeblog, aku memang benar-benar terinspirasi oleh si R. Kenapa dia bisa tapi aku tidak bisa ya. Payah nih aku. Ya seperti itulah awal mulanya aku ngeblog. Tapi seiring berjalannya waktu, aku mulai berpikir, “akh, ga malu niru-niru ? kreatif dong !”. Jadinya seperti ini deh, mati gaya.
Dulu…, aku pernah merasakan yang namanya dikejar-kejar oleh waktu. Disisi lain aku harus sekolah dan menjalani tugasku sebagai seorang murid, tapi disisi lainnya aku harus ngeblog. Bahkan dalam sehari bisa sampai empat jam. Jadi otomatis jam tidurku yang aku relakan. Lalu apakah kalian juga seperti itu ??? Kalau begitu kita sama dong. Hehehe….
Tapi aku cukup bangga loh. Banyak teman-temanku yang suka dengan tulisan-tulisan di blogku ini. Katanya tulisanku bisa ngebuat mereka tertawa, menangis dan juga tersipu malu. Eits, bukan berarti aku pamer ataupun sombong ya! Memang sih blogku tak berarti. Tapi justru blogku sangat berarti bagi teman-temanku. Terutama buat mereka yang mengalami sendiri kejadian-kejadian di blog ini.
Namun adakalanya aku dibenci orang. Sebagian dari mereka ada yang tidak suka jika namanya dimasukkan ke blogku. Beberapa hari yang lalu aku sempat berniat menulis tentang temanku yang akan mengikuti lomba *tiiiiit* tujuh belasan di sekolah. Aku memanas-manasi dia. Aku mengejek-ejek dia. Bahkan pagi hari sebelum lomba, aku sempat memperlihatkan tulisanku kedia. Lalu dia tertawa, tapi setelah itu dia menjauhi aku. “udahlah kamu tuh sana! Kamu tuh nakal” katanya. Aku jadi ngerasa gak enak nih.
Terus tadi juga disekolah dia dateng dengan muka aneh gitu. Dia gak ngomong sama aku sama sekali. Pokoknya anehlah. Eh tapi gak tau juga sih bener atau gak. Dilihat dari mukanya, sepertinya dia lagi punya masalah. Pandangan orang yang lagi punya masalah itu jelas beda. Kosong !!! Hehehe gini-gini juga aku pernah loh baca buku psikologi.
Oke, buat temenku, aku minta maaf deh !!! Aku ngerasanya loe marah ke gue. Dalam kondisi seperti ini, aku pasti merasa bersalah banget. Piss, aku janji gak akan masukin nama loe….
Catatan : Aku orangnya rada sotoy, jadi hampir diperkirakan dugaanku itu salah. Tulisan ini juga kesannya mellow banget. Jadinya rasa bersalahku dan suka menebak-nebak menjadi tinggi.